26 Penumpang Kapal di Pangkalan Mentok Ditahan Tak Mempunyai Surat Antigen

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com berantakan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menahan tatkala 26 orang penumpang pesawat yang masuk dari daerah Provinsi Sumatera Selatan meniti Pelabuhan Ikan Mentok.

“Mereka kami awet sementara untuk tidak melanjutkan perjalanan karena tidak dilengkapi dokumen keterangan rapid test antigen, ” kata Pemimpin Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Mentok, Sukandi di Mentok, Kamis (20/5).

Menurut dia, surat tanda dari instansi terkait dengan menunjukkan hasil pemeriksaan minus Covid-19 merupakan salah mulia syarat bagi seluruh warga luar daerah yang hendak masuk ke daerah itu.

Sebanyak 26 orang yang terdiri adam dewasa, para ibu serta anak-anak tersebut berasal dari Jalur, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terpaksa diamankan tim gabungan yang terdiri atas personel TNI , Polri, BPBD Bangka Barat di Pelabuhan Ikan, Mentok.

“Mereka tidak memiliki surat hasil rapid test antigen dan kami tahan sementara, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pusat. Mereka kami wajibkan melakukan pemeriksaan terlebih awal sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan di Tanah Bangka, ” kata dia.

Kota Suntuk merupakan daerah yang berharta di ujung barat Tanah Bangka dan menjadi daerah yang paling dekat untuk melakukan perjalanan penyeberangan sejak Pulau Sumatera, di Suntuk terdapat banyak pelabuhan mungil yang biasa dimanfaatkan warga untuk keluar masuk daerah menggunakan perahu-perahu kecil.

Ketatnya pengawasan dan pengamanan pada masa pandemi Covid-19 di Pelabuhan Tanjungkalian dengan melayani penyeberangan menggunakan kapal feri, mengakibatkan banyak awak yang mencoba memanfaatkan pangkalan kecil atau “jalur tikus” tersebut untuk keluar mendalam Pulau Bangka.

Sukandi mengatakan, saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih masuk kategori efek sedang dalam penularan Covid-19 sehingga pengawasan di segenap pintu masuk diperketat.

“Seandainya mereka lolos dari pintu pelabuhan di Mentok, mereka juga akan tetap diperiksa di segenap kabupaten dan kota asing di Pulau Bangka, ” ujar dia.

Kepada seluruh penumpang & awak kapal kecil tersebut, selanjutnya dilakukan pemeriksaan rapid test antigen sebelum meneruskan perjalanan ke daerah haluan.

Sukandi mencagarkan bagi para penumpang dengan akan masuk ke Suntuk diminta untuk melengkapi semesta dokumen yang disyaratkan lantaran daerah masing-masing agar tak menimbulkan permasalahan saat muncul di daerah itu.

“Langkah tegas ini kami ambil untuk menanggung upaya bersama mengendalikan transmisi virus sekaligus memutus ceroboh rantai penyebaran Covid-19 dalam daerah ini, ” tukasnya.

Menurut kapten speedboat Mahakam, Lisnadi, seluruh penumpang yang dilayaninya sungguh belum menjalani pemeriksaan antigen di daerah asal sebab di daerah Jalur, Sumsel belum tersedia tempat atau petugas rapid test.

“Mereka hanya membekali diri dengan dokumen karakter, seperti KTP dan Surat Keluarga, sedangkan untuk rapid test antigen akan dikerjakan di Mentok, ” katanya. [gil]