Gunakan Modus Penggandaan Uang, Pasutri di Jember Tipu Warga Rp61 Juta

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Merdeka. com kepala Penipuan dengan modus penggandaan kekayaan secara klenik kembali berlaku. Sepasang suami istri (pasutri) bersama seorang rekan mereka melakukan tindak pidana itu di Jember.

Seorang pelaku, Umi Kulsum, telah ditangkap petugas Polsek Pakusari. Namun suaminya Yanto, dan tersangka lainnya, Dodik, masih diburu polisi .

“Awalnya suami istri (Yanto dan Umi Kulsum) ini mengaku sebagai kiai dan bu nyai atau dukun yang bisa menyembuhkan orang sakit. Lalu dimintai sokong oleh korban untuk memulihkan anaknya, ” ujar Kapolsek Pakusari Iptu Ali Setihono saat jumpa pers di Mapolsek Pakusari, Selasa (30/3).

Yanto dan Umi Kulsum mendatangi target yang ada di Desa Gempal, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari pada pertengahan Februari 2021. Namun mereka tidak berhasil menyembuhkan anak korban.

“Karena tak berhasil menyembuhkan sakit bani korban, tersangka kemudian berubah modus menjadi mengaku punya ilmu untuk menggandakan uang, ” tutur Ali.

Saat itu objek tetap percaya dengan sebutan Yanto dan Umi Kulsum. “Ya mungkin karena bangsa di sini tingkat pelajaran masih banyak yang membuang ke bawah, sehingga membenarkan dengan hal-hal seperti tersebut, ” ujar Ali.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku dibantu perantara bernama Dodik. Untuk lebih meyakinkan, pelaku menggunakan seperangkat cincin emas dan sejumlah kertas bertulisan Arab dalam pengamalan penipuannya.

Target yang percaya menyerahkan uang kepada pelaku secara berangsur-angsur, sejak pertengahan Februari hingga pertengahan Maret 2021. Total uang yang diserahkannya Rp 61 juta.

Korban dijanjikan uangnya bisa bertambah hingga mencapai Rp 300 juta. Dia selalu diiming-imingi bisa berangkat umrah dan membeli mobil mengikuti motor mewah dari pengerjaan klenik itu.

Namun setelah beberapa pekan menanti, uangnya tidak cepat berlipat ganda. Korban memang sempat diberi perhiasan yang katanya emas senilai Rp 13 juta. Tetapi setelah dibawa ke toko emas, ternyata palsu.

Korban juga diberi bungkusan plastik warna merah yang dikatakan berisi uang, tetapi setelah dibuka isinya kertas kardus dan daun busuk. “Juga ada beberapa teliti seperti keris, pecut tasbih yang diakui terlapor mampu mendatangkan uang, tapi ternyata tidak, ” ungkap Ali.

Sadar telah menjadi korban penipuan, objek melapor ke Mapolsek Pakusari pada pekan lalu. Dari tiga terlapor yang telah ditetapkan menjadi tersangka, polisi baru berhasil mengamankan Umi Kulsum yang kerap dipanggil Bu Nyai. Perempuan bersurai merah ini turut dihadirkan dalam jumpa pers pada Mapolsek Pakusari pada Selasa (30/3).

Dua pelaku lainnya, yakni Yanto dan Dodik, masih melarikan diri. “Dua pelaku lain masih dalam pengejaran, harap doanya, ” ucap Ali.

Meski simpulan mengaku baru sekali melayani aksi penipuan dengan modus penggandaan uang, polisi menyidik kemungkinan adanya korban lain. “Kalau ada korban asing, bisa melapor ke polsek masing-masing, ” tutur Ali.

Saat ditanyai wartawan, Umi Kulsum mengiakan baru sekali ini melakukan aksi penipuan. “Saya cuma terima uang empat kala, tidak bicara apa-apa (untuk meyakinkan korban), ” ucapnya.

Umi Kulsum mengaku hanya menerima total Rp 4, 15 juta dari total Rp 61 juta yang disetor objek. “Untuk makan sehari-hari Pak, ” ujarnya.

Ali mengatakan, pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP secara ancaman hukuman maksimal 4 tahun. “Ini adalah pasal pengecualian sehingga bisa ditahan meski ancaman maksimalnya pada bawah 5 tahun, ” pungkasnya. [yan]