Miliki 94, 02 Gram Kokain, Bule Italia di Bali Ditangkap

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Merdeka. com – Warga Negara Asing (WNA) asal Italia bernama Francesco D’alesio (34) ditangkap petugas Polres Badung, Bali. Dia kedapatan mempunyai narkotika jenis kokain.

Kasat Narkoba Polres Badung Iptu Budi Artama mengatakan, barang bukti kokain yang disita dari Francesco seberat 94, 02 gram. Di pasar gelap, bahan haram itu berkisar Rp 400 juta.

Tertangkapnya Francesco berawal lantaran informasi dari masyarakat mengenai adanya warga asing yang menjadi penyalah guna narkotika jenis kokain di suatu vila di Kecamatan Kuta Utara, Badung. Polisi juga mendapat ciri-ciri WNA pokok Italia yang tinggal di lokasi itu, yakni berbadan kurus, kulit putih, luhur sekitar 180 cm, dan memiliki tato di lengan kanan dan kiri.

Polisi kemudian melayani penyelidikan. Kamis (13/5) kira-kira pukul 18. 05 Wita, mereka melakukan pengintaian di vila itu dan melihat pelaku.

Kemudian, polisi menggerebek vila tersebut dan melakukan penggeledahan. Dalam kamar ditemukan 1 kambut yang disembunyikan di dalam dispenser hitam

“Setelah dompet tersebut dibuka ditemukan dua klip plastik bening yang berisi serbuk warna putih berisi narkotika jenis kokain, ” ujar Tabiat di Mapolres Badung, Bali, Senin (24/5).

Pelaku dan barang petunjuk kemudian diamankan ke Polres Badung, Bali. Polisi sedang melakukan pengembangan untuk mencari asal kokain itu. “Kita harus melakukan penyelidikan yang mendalam dan perlu periode, ” jelasnya.

Budi memaparkan, Francesco masuk ke Bali selaku turis. Dia sudah tinggal perut tahun di Pulau Dewata dan tak bisa kembali ke negara asalnya sebab terjebak Covid-19 di Bali.

“Dia demi turis karena terjebak perkara Covid-19 dia tidak mampu balik akhirnya dia stay di Bali. Terkait barang bukti besar ini kita masih kembangkan dan pencarian terkait dengan sumber bahan yang ada kita amankan, ” jelasnya.

Francesco dijerat dengan Pencetus 111 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam pidana penjara memutar singkat 4 tahun memutar lama 12 tahun & pidana denda paling kurang Rp 800 juta serta paling banyak Rp 8 miliar. [yan]