Ombudsman Jakarta Khawatir Klaster Covid-19 dari Perkantoran & Perjalanan Dinas

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com – Ombudsman RI Peserta Jakarta Raya mengkhawatirkan klaster perkantoran dan perjalanan dinas akan mendominasi tengah penyebaran Covid-19 ke depan. Jadi mengingatkan forum komunikasi pimpinan kawasan (Forkopimda) DKI Jakarta untuk perdata.

“Kepatuhan perkantoran & industri dalam menerapkan protokol kesehatan tubuh semakin rendah, ” kata Besar Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Setia P Nugroho dalam keterangan tertulisnya di Jakarta dilansir Antara, Selasa (24/11).

Kekhawatiran Ombudsman itu ditengarai oleh meningkatnya pergerakan orang dengan munculnya kemacetan di jalan raya serta kepadatan gerobak jalur komuter yang terus mendekati angka normal.

Keadaan ini, lanjut Teguh, sebagai salah mulia indikator rendahnya kepatuhan perkantoran & industri dalam menerapkan protokol kesehatan tubuh.

“Sementara klaster penjelajahan dinas diperkirakan akan mulai terasa dampaknya di awal tahun, ” ujarnya.

Teguh mengutarakan, menjelang akhir tahun, dapat diperkirakan kantor-kantor pemerintah akan kalap dalam menyerap anggaran termasuk pemberian permisi perjalanan dinas bagi pegawainya tanpa mengindahkan kewajiban untuk untuk melayani isolasi mandiri pasca perjalanan.

Jika dilakukan pelacakan dibanding sisi anggaran, lanjut Teguh, bakal terlihat jumlah pegawai melakukan penjelajahan dinas terlalu banyak.

“Mungkin sama dengan jumlah pelaku gerombolan di tempat-tempat seperti Tebet & Petamburan dan ini seperti ‘silent crowd’ (kerumunan diam), ” sirih Teguh.

Oleh karena itu, Teguh menyarankan keterlibatan amtenar penegak hukum (APH) dalam penegakan aturan di dalam peraturan daerah mengenai penanganan Covid-19 termasuk penegakan kaidah di perkantoran dan perjalanan jawatan.

“Kerumunan massa di Tebet dan Petamburan, juga Megamendung itu hal yang tampak, namun ada pelanggaran yang tidak tampak tapi dampaknya sama dahsyatnya secara kerumunan massa tersebut, yaitu klaster perkantoran dan perjalanan dinas, ” kata Teguh. [ray]