Pembubaran Acara Kuda Lumping dalam Medan, 6 Anggota FUI Jadi Tersangka

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Merdeka. com – Pembubaran paksa pertunjukan kuda lumping yang dilakukan ormas Lembaga Umat Islam (FUI) Kota Medan di acara Langgem Budoyo di Jalan Merpati, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Jumat (2/4) dalam pekan lalu, berbuntut lama.

Setelah menetapkan anggota FUI Medan berinisial S sebagai tersangka. Saat ini, lima orang lainnya yang juga anggota FUI Zona ditetapkan sebagai tersangka. Totalnya, enam orang telah dijadikan tersangka buntut dari pembubaran paksa pertunjukan kuda lumping.

“Kami kemarin telah mengamankan enam karakter. Enam orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, serta saat ini enam orang tersebut sudah dilakukan penahanan, ” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Sabtu (10/4) malam.

Lanjutnya, polisi datang saat ini telah menyimpan empat orang tambahan terkait kasus kuda lumping itu. Namun, empat orang itu masih menjalani pemeriksaan.

“Kami sudah mengamankan 10 orang, enam sudah ditetapkan tersangka dan telah ditahan. Sedangkan, empat lagi sekarang dalam proses pemeriksaan, dan satu lagi cukup kami cari. Untuk segera kami amankan, ” membuka Riko.

Riko menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap salah satu tersangka berinisial S yang merupakan seorang kepala lingkungan dalam tempat kejadian perkara (TKP). Pembubaran pertunjukan kuda lumping itu dilakukan atas gagasan pribadi yang bersangkutan.

“Di mana dengan bersangkutan bilamana itu jadi melaksanakan kegiatan ormas di Kabupaten Deli Serdang. Lalu, saudara S tersebut mengajak teman-temannya ada 13 orang diajak untuk membubarkan pedati lumping tersebut, ” jelasnya.

“Dalam perjalanan mendekati TKP ada besar orang rekan S dengan turun karena ada kesibukan agama. Kemudian, tinggal 11 orang, ” Riko menambahkan.

Enam orang itu disangkakan pasal yang berbeda. Dua orang disangkakan pasal berlapis yakni Bab 315 KUHP yang menyusun tentang penghinaan ringan serta Pasal 170 KUHP mengenai pengeroyokan. Sedangkan empat karakter lainnya disangkakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Sebelumnya, pertunjukan lembut kuda lumping yang dibubarkan paksa oleh anggota FUI Medan terekam dalam sebuah video dan viral dalam media sosial, Rabu (6/4). Dalam video yang bersirkulasi, sempat terjadi adu congkak antara anggota FUI DPD Medan dengan warga.

Dalam video tersebut terlihat seorang perempuan tak terima dengan dibubarkannya pertunjukan kuda lumping tersebut.

“Tiap pesta berperan ini (kuda lumping). Pada mana mana orang luput, ” ucap perempuan itu dalam video.

Anggota FUI Medan dengan mendengar ocehan tersebut biar tak senang dan langsung meludahi perempuan itu. Tindakan itu kemudian memancing jiwa warga dan keributan biar tak terhindarkan. Para anggota FUI dan warga terkebat baku hantam. [rnd]