Peristiwa Penipuan, Polisi Ciduk Atasan Pengembang Perumahan Cibinong Lakeside

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Merdeka. com – Polres Bogor mengungkap kasus penipuan jual kulak properti Perumahan Cibinong Lakeside, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Bos perumahan berinisial AD (43) ditetapkan sebagai tersangka, karena telah merugikan korban hingga Rp435 juta.

Kapolres Bogor, AKBP Harun menjelaskan, sekitar Maret 2017, korban Budi Hermawan melaporkan bahwa dirinya telah ditipu masa hendak membeli properti dalam Perumahan Cibinong Lakeside senilai Rp1, 65 miliar.

“Korban ini tahu Perumahan Cibinong Lakeside. Lalu, korban tertarik untuk mampu memiliki salah satu unit di perumahan tersebut, ” kata Kapolres Bogor AKBP Harun kepada wartawan, Kamis (15/4).

Objek kemudian mendatangi kantor pemasaran dari perumahan besutan PT Cirendeu Prima Properti. Setelah itu, terjadi kesepakatan antara korban dan pengembang untuk membeli kavling dengan luasan 120-150 meter persegi.

“Deal harga Rp1, 8 miliar dengan luasan 120-150 meter persegi. Bagian pengembang kemudian memberikan diskon harga menjadi Rp1, 65 miliar dan sepakat buat dibuatkan surat pemesanan sendi pada 31 Maret 2017, ” kata Harun.

Setelah itu, terjadi kesepakatan mengenai jumlah nominal dan tata cara pembalasan. “Sudah ada kesepakatan & korban transfer sebanyak delapan transaksi sampai bulan 5 Juli 2018. Pada zaman itu korban melihat perumahan tersebut, ketika ditanyakan kavling yang diangsur korban itu diketahui kavling ini dijual kembali. Kemudian korban hadir ke marketing mencari kebenarannya, ” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, ketika mendapati sempat tertipu sehingga korban merasa dirugikan dan ada kesepakatan mau dibayar oleh developer tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan, sehingga di 29 Mei korban mengadukan kejadian ini kepada polisi .

“Kemudian kami lakukan penyelidikan, penyidikan dan interpretasi pelaku bernama AD tersebut dia seorang direktur dibanding PT Cirendeu Prima Property (CPP) sekaligus pengembang Cibinong Lakeside, ” tambahnya

Pelaku dijerat Pasal 62 jo pasal 8, jo pasal 18 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan juga kompensasi maksimal Rp2 miliar.

“Untuk jumlah unit ada satu dari utama orang dan kami mau mengembangkan lagi. Total kesialan ada 8 angsuran, Rp435 juta selama delapan kala angsuran, ” tuturnya.

Ketika ditanyai urusan tersebut ia mengungkapkan, sungguh perkara dilaporkan 2019 & melakukan penyelidikan dan segar kemarin dilakukan penangkapan tahun 2021.

“Dia seorang direktur sekaligus developer. Jadi marketing yang menjajakan, hanya direktur selaku pengembang proyek yang bertanggungjawab sepenuhnya, ” jelas Harun. [eko]