Ridwan Hisjam: Perlu Percepatan Infrastruktur Gas untuk Menyongsong Era Gas Dunia

Langgas. com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah melaksanakan pembangunan pipa transmisi gas bumi pada ruas Cirebon-Semarang (Cisem). Proyek Ruas Trasmisi Cisem tersebut merupakan bagian dari Proyek Penting Nasional (PSN), sesuai Peraturan Presiden 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa saat memimpin rapat penyerasian dengan stakeholder terkait di Semarang meminta agar Komisi VII DPR RI dan Gubernur Jawa Pusat Ganjar Pranowo mendorong PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku pemenang lelang pipa transmisi ruas Cisem pada 2006 untuk segera melakukan pembangunan.

Usai rapat dalam Semarang, rakor kemudian dilanjutkan di Bogor. Hadir dalam rapat penyerasian lanjutan di Hotel Aston Enau antara lain, Anggota Komite BPH Migas Jugi Prayogo, Komisi VII DPR RI, M Ridwan Hisjam, Perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP), Perwakilan Deputi Bidang Kemaritiman & SDA Bappenas, Perwakilan Deputi Kemaritiman dan Investasi Setkab, Kemenko Bahari, Sujarwanto Dwiatmoko Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Perwakilan PT. Rekayasa Industri, PT. PGN Agustinus Hendrayana Dirut PT. Energasindo Heksa Karya, Andi Dirut PT. Bayu Buana Gemilang, dan Iwan Azis Direktur PT. Tracon Industri Solusindo (KPPI). Selain itu hadir juga via zoom antara lain cabang Ditjen Migas, perwakilan dari PT. PGN, Perwakilan PT Pertamina Gas, dan Perwakilan PT Pertagas Niasa.

Rapat koordinasi lanjutan pada Hotel Aston Bogor ©2020 Langgas. com

Dalam Rakor lanjutan tersebut Ridwan Hisjam berpesan bahwa di masa mendatang merupakan era baru bagi sektor migas yakni era Gas Bumi. “Sebagaimana kita ketahui bahwa proven reserve minyak bumi sebesar 2. 5 miliar barrel. Dengan perkiraan rata-rata per tahun 781 seperseribu BOPD maka kurang dari 9 (Sembilan) tahun minyak bumi mau habis, ” ujar Ridwan.

Lebih lanjut Ridwan mengantarkan bahwa saat ini reserve gas bumi konvensional sebesar 100, dua TSCF artinya cadangan kita betul besar untuk gas bumi, tersebut bermakna era ke depan masa Gas Bumi. Oleh karena tersebut pembangunan pipa transmisi Cisem memiliki manfaat yang besar yakni menunjang program diversifikasi energi untuk menekan ketergantungan terhadap impor bahan menjilat bersubsidi dan beralih ke penerapan alternatif gas bumi untuk daerah rumah tangga, transportasi dan pabrik.

Rakor tersebut memanifestasikan 7 (tujuh) kesimpulan yakni perdana, mendorong PT Rekind agar mengabulkan pembangunan pipa ruas Cisem menyesatkan lambat pada September 2020. Kedua, mendorong PT Rekind untuk cepat menandatangani Gas Transportation Agreement (GTA) dengan PT PGN guna menebus Final Investment Decision (FID).

Ridwan Hisjam Saat Rapat harmonisasi lanjutan di Hotel Aston Bogor©2020 Merdeka. com

Ketiga, proyek ini merupakan PSN sesuai Perpres 79 tahun 2019. Keempat, proyek transmisi Cisem beriringan dengan pipa transmisi ruas WNTS-Pemping dan ruas Dumai-Sei Mangke telah masuk dalam usulan Kementerian ESDM untuk ditetapkan sebagai PSN.

Kelima, pipa ruas transmisi Cisem akan mendukung kebutuhan energi dan bahan baku untuk pengembangan kawasan industri di wilayah Batang, Kendal, industri metanol, pembangkit gaya listrik, serta pemenuhan kebutuhan Kilang Balongan. Keenam, PT PGN Tbk menjadi Shipper untuk ruas saluran transmisi Gas Bumi Cisem cocok kesiapan demand. Ketujuh, akan dilakukan rapat secara berkala untuk memonitor perkembangan pembangunan ruas pipa transmisi Gas Bumi Cisem dengan membawabawa Komisi VII DPR RI, BPH Migas, PT Rekind dan PGN Group sesuai permintaan Gubernur Jawa Tengah.

Selain itu sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi percepatan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-semarang (Cisem) tanggal 11 Agustus 2020 pada Semarang, maka dilakukan rapat koordinasi lanjutan di Bogor pada agenda 4 September 2020 yang menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

Disepakati PT PGN Tbk (Pertamina Group) dan PT. Rekind bakal menandatangani Head of Agreement (HOA) pada tanggal 8 September 2020 di Kantor PGN Tbk & dilanjutkan Gas Transportation Agreement (GTA) untuk pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa pada Ruas Pipa Gigi Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang paling lambat akhir September 2020 di Kantor BPH Migas.

Kedua, Ditjen Migas berkomitmen buat membantu mempercepat proses mengeluarkan Permisi Usaha sementara setelah HOA antara PT. Rekind dan PT. PGN Tbk (Pertamina Group) ditandatangani. Ketiga PT. Rekind berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan fisik pipa ruas Cirebon-Semarang paling lambat dimulai pada kamar September 2020.

Keempat Terdapat potensi kebutuhan gas bumi di Jawa Tengah. Kelima mau dilakukan business meeting untuk mempertemukan calon buyer (demand) dengan shipper, transporter dan Badan Usaha Niaga Gas Bumi melalui pipa di Jawa Tengah.

Rapat harmonisasi lanjutan di Hotel Aston Bogor©2020 Merdeka. com

Ridwan menyampaikan bahwa dalam menyelenggarakan tugas-tugas konstitusional sebagai anggota badan dari Komisi VII DPR MENODAI, pihaknya perlu melakukan pengawasan Rencana Ruas Trasmisi Cisem sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah berhenti selama 14 (empat belas) tahun tidak dikerjakan pembangunan. “Pembangunan pipa transmisi udara bumi ruas CISEM diharapkan sanggup mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri pertama di sepanjang jalur pipa CISEM. Para pelaku industri juga diharapkan dapat beralih dari penggunaan Benih Bakar khususnya HSD dengan menunggangi gas bumi dalam pengoperasiannya, sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan Gas Bumi domestic, ” pungkas Ridwan [hhw]