Saksi Paslon Cagub dan Cawagub Riau Diduga Dianiaya Petugas KPPS pada Tanjung Pinang

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Merdeka. com – Polres Tanjung Pinang menangani peristiwa dugaan penganiayaan oleh sejumlah Gabungan Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) kepada Jailudin (49), seorang saksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau nomor runtut 1 Soerya-Iman (SINERGI).

Kasat Reskrim Polres Tanjung Meminang AKP Rio Reza Panindra, Sabtu, mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan proses penyelidikan dan menutup administrasi penyelidikannya, sesuai laporan bernomor LP B/139/XII/2020/Kepri/SPK-Res Tpi.

“Sedang dalam penyelidikan. Laporan peristiwa kami terima, Kamis 10 Desember 2020, ” kata Reza singkat.

Sementara itu, target Jaliuddin menceritakan kronologi kejadian penganiayaan itu berawal ketika dirinya menjadi saksi paslon di TPS 14 di Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjunginang Timur, Kota Tanjung Pinang, Kamis (10/12).

Di dalam Kamis pagi, korban datang ke TPS tersebut untuk menyerahkan surat saksi paslon SINERGI ke KPPS. Di TPS, ia langsung bertanya kepada KPPS terkait total kertas suara Pemilihan Gubernur dan Pengantara Gubernur Kepri sebelum dicoblos oleh wajib pilih.

“Salah seorang KPPS menjawab, ada sebesar 221 surat suara, ” ujarnya.

Selanjutnya, pada zaman penghitungan suara yang dilakukan KPPS bersama saksi lainnya dan sebesar warga. Terdapat sisa kertas suara 77 lembar, sedangkan kertas yang dicoblos di bilik suara 144 lembar, sehingga total kertas perkataan berjumlah 221 lembar.

“Setelah kami hitung ternyata jumlahnya beda, hanya 145 surat suara. Saat ditanya, petugas KPPS menyambut ada surat suara yang tersimpan, ” ujarnya.

Kesudahannya terjadi perdebatan panjang antara saksi dan petugas KPPS. Jailudin sempat memukul meja satu kali, tetapi tak sampai merusak logistik pemilu di TPS.

Gerak laku spontan itu ternyata memicu nafsu petugas KPPS dan langsung terjadi dugaan penganiayaan.

“Saya dikeroyok ramai-ramai. Ada yang memegang, memukul, hingga menendang dari pungkur, ” jelasnya.

Sesudah itu, pria akrab disapa Uddin itu pun langsung pulang untuk membuat berita acara tidak meluluskan hasil penghitungan tersebut.

“Saya juga berobat di RSUP Provinsi Kepri, sekaligus diberikan visum untuk jadi bukti laporan ke polisi , ” imbuhnya. Dikutip Antara. [gil]