Santri dan Pengasuh Ponpes Krapyak Bantul Terpapar Covid-19 Jalani Karantina Sendiri

Merdeka. com porakporanda Pemerintah Daerah Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberlakukan karantina mandiri pada satu kompleks Jambar Pesantren Krapyak menyusul seratusan santri dan pengasuh lembaga pendidikan pegangan tersebut terpapar Covid-19.

“Pemerintah Desa Panggungharjo, Sewon mengesahkan karantina mandiri untuk satu komplek dan memberlakukan pembatasan aktivitas pada 17 komplek lainnya di Tempat tinggal (Ponpes) Krapyak, ” kata Lurah Desa Panggungharjo Sewon Bantul, Wahyudi Anggoro Hadi dalam keterangan resminya, Kamis (5/10) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, hal itu dilakukan guna mencegah potensi penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas di lingkungan pondok pondok pada khususnya dan Bantul di umumnya.

“Karantina serta pembatasan aktivitas ini dilakukan setelah tracking (pelacakan) Covid-19 yang dikerjakan oleh Dinas Kesehatan Bantul pada penghuni komplek Pondok Pesantren Krapyak, ” katanya.

Menurut dia, hasil tracking yang dikerjakan Dinkes dan Gugus Tugas Covid-19 Bantul pada 27 Oktober dan 3 November kepada 288 karakter, didapatkan 131 terkonfirmasi positif, beberapa besar adalah para santri serta pengasuh.

“Sejauh ini para santri dan pengasuh yang positif berada dalam kondisi yang baik dan tidak bergejala, ” katanya.

Pemerintah tempat juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Bantul terus memaksimalkan layanan, jalan sosial, dan aplikasi pesan di dalam memberikan asistensi klinis sekaligus memeriksa perkembangan dari masing masing santri.

Pemerintah Desa Panggungharjo, kata dia, juga juga membangun para santri dan pengurus jambar di Krapyak, salah satunya secara mendistribusikan bantuan logistik, sanitasi lengah, masker, dan alat belajar mengajar. Bantuan didistribusikan kepada santri dan pengasuh di pondok pesantren Krapyak.

“Di tengah merebaknya wabah Covid-19, Pemerintah Desa kudu tetap hadir dan berupaya meluluskan perlindungan kepada warga, termasuk santri dan pengasuh yang tinggal pada wilayah Desa Panggungharjo. Jadi perlindungan warga menjadi prioritas utama saya, ” katanya. [bal]