Satgas Covid-19 Bakal Tutup Tengah Mal dan Pasar pada Bogor yang Sebabkan Kelompok

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Mandiri. com – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya menegaskan satgas bisa menutup sementara mal & pasar jika terjadi kerumunan warga yang sangat ramai dan sulit dikendalikan. Alasannya karena berpotensi terjadi peningkatan penularan Covid-19.

Dia mengatakan, Pasar Kebon Kembang setiap menjelang Idulfitri selalu ramai dikunjungi masyarakat sehingga menjadi perhatian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Enau.

“Di Rekan Kebon Kembang ini kesemrawutan dan sampahnya, menjadi menghiraukan. Pada tahun ini bukan hal itu saja yang menjadi perhatian, tapi ramainya pengunjung yang terjadi kelompok. Satgas berusaha mengatur mobilitas warga yang datang ke pasar ini, untuk menghalangi kerumunan yang dapat melahirkan kenaikan Covid-19, ” katanya di Bogor, Selasa (4/5).

Menurutnya, transmisi Covid-19 di Kota Enau saat ini sudah terarah, tapi pada tingkat nasional ada indikasi peningkatan transmisi Covid-19. Karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Enau berusaha keras mencegahnya, agar tidak terjadi peningkatan.

“Kalau tidak dicegah dan lalai, maka penularan Covid-19 di Kota Bogor bisa meningkat, karena tingginya mobilitas warga menjelang Idul Fitri dan terjadi kerumunan-kerumunan, ” jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Bima menerangkan, Pemerintah Tanah air Bogor dan Polresta Enau Kota yang dibantu bagian TNI dari Kodim 0606 Kota Bogor dan Denpom III/1 Bogor, saat itu fokus untuk mencegah pergeseran dan kerumunan warga terutama di mal dan pasar-pasar di Kota Bogor.

“Kami melakukan penyerasian dan konsolidasi untuk dengan teknis menerbitkan kebijakan dengan dapat dipahami warga agar dipatuhi, baik manajemen traffic, rekayasa lalu lintas, penggolongan parkir, dan akses mengakar ke pasar. Kebijakan itu diberlakukan dengan sangat saksama mulai hari ini, ” jelasnya.

Tempat menegaskan, kalau di kepala dan di pasar berlaku kerumunan dan sulit dikendalikan, maka mal dan rekan tersebut bisa ditutup tengah. “Jangan sampai terjadi kemacetan arus lalu lintas, kesemrawutan di pasar terjadi penumpukan dan kerumunan yang ramai, ” tutupnya. [fik]