Satgas Covid-19: Pemda Wajib Ambil Langkah Preventif Cegah Penularan

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Merdeka. com – Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mewajibkan pemerintah daerah, khususnya yang menjadi tujuan aliran balik, untuk mengambil kiprah preventif demi mencegah biar penularan tidak meluas.

“Perlu adanya memori. Maka pelaku perjalanan wajib karantina 5×24 jam karena mobilitas di masa pandemi adalah aktivitas berisiko, ” ujar Wiku dalam tanda tertulis yang diterima dalam Jakarta , Sabtu (22/5).

Kesiapsiagaan pemda dapat direalisasikan dengan melakukan testing & tracing terhadap para pemudik melalui pos komando pada desa/kelurahan. Bagi mereka dengan melakukan perjalanan diwajibkan juga untuk dilakukan karantina/isolasi sendiri.

Hal tersebut mesti dilakukan, sebab bahan 15 Mei 2021 dibanding Polri, rapid test antigen acak dilakukan di 109 titik penyekatan sepanjang Tanah Sumatera, Jawa, dan Bali ditemukan 226 hasil pasti dari 77. 068 ulangan yang dilakukan.

“Kasus positif temuan dalam lapangan akan dirujuk ke pusat isolasi mandiri terdekat yang telah disiapkan satgas daerah, ” kata tempat.

Sementara pada pelaku perjalanan internasional, negeri masih mempersiapkan tahapan prakata travel corridor arrangement Singapura-Batam. Namun tentunya mempertimbangkan status pandemi di Singapura serta berbagai wilayah Indonesia, terutama Pulau Batam dan Bintan.

“Keputusan yang diambil, tentunya mempertimbangkan keseimbangan pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi khususnya di sektor pariwisata, ” lanjutnya.

Selain melarang masuknya warga negara asing (WNA) yang datang dari India, pemerintah juga akan menyusun WNA pemegang Kartu Persetujuan Tinggal Sementara dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAS/KITAP). Tujuannya, mencegah meningkatnya transmisi dari pelaku perjalanan internasional. [ded]