Seorang Petani Bondowoso Temukan 7 Kg Koin Kuno saat Menanam Cili

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Merdeka. com awut-awutan Peninggalan arkais kembali ditemukan di Bondowoso, Jawa Timur. Ratusan koin kuno yang diduga sebagai peninggalan bersejarah terlihat seorang warga saat sedang mencangkul sawah.

“Saat tersebut saya akan menanam cabai pada lahan sawah saya. Awalnya hamba kira itu bekas traktor lengah, ” ujar Hanan, warga Desa Karang Tengah, Desa Sumber Tenteram Kecamatan Tenggarang Bondowoso yang menjadi penemu koin kuno tersebut, Kamis (17/12).

Kecurigaan Hanan bertambah. Sebab benda logam padat tersebut sulit dicangkul dan berukuran besar. “Saya sampai pakai linggis dan palu, awalnya mau aku hancurkan, ” papar Hanan.

Saat berhasil diangkat, koin-koin tersebut masih menyatu. Saat ditimbang, mencapai lebih dari 7 kilogram “Ada ukiran seperti aksara China dan lubang di tengah, ” ujar Hanan.

Beruntung, Hanan memiliki kesadaran untuk melaporkannya kepada pemerintah. Kasi Sejarah Dan Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Heri Kusdaryanto langsung turun ke lokasi begitu mendapat informasi tersebut.

“Kira koordinasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Adat (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto. Koin-koin tersebut akan diambil sampel untuk dibawa ke BPCB untuk kepentingan analisa selanjutnya, ” kata Heri.

Awak Ahli dari BPCB selanjutnya hendak meneliti jenis dan sejarah koin. “Metode lain, kita juga mau cocokkan dengan temuan lain untuk mencari kemungkinan keterkaitan dengan penemuan-penemuan sebelumnya, ” terang satu-satunya ASN berlatar belakang pendidikan arkeologi dalam Pemkab Bondowoso ini.

Dugaan sementara, koin-koin tersebut dimanfaatkan sebagai pelengkap upacara dan terpaut dengan tradisi megalitikum.

“Temuan seperti ini juga penuh di Pekauman, Lereng Argopuro, dalam daerah timur juga banyak. Di Grujugan juga banyak bahkan telah diteliti oleh Puslitarkenas, ” menguraikan Heri.

Keunikan koin-tersebut yakni terdapat tulisan menyerupai huruf China di bagian depan. Tengah di bagian belakang polos secara lubang kecil di tengah.

“Jika dilihat dari patinasi, bahan koin kemungkinan berasal daripada perunggu karena memiliki patina berwarna hijau. Untuk sementara kita nunggu hasil dari BPCB saja, ” ujar alumnus Arkeologi Universitas Udayana Bali ini.

Heri mengapresiasi kesadaran warga untuk mengadukan temuan tersebut ke Pemkab Bondowoso. Berdasarkan UU Cagar Budaya kausa 23 dan 24, setiap jasad cagar budaya yang ditemukan harus melaporkan kepada pemerintah. [cob]